Monday, February 16, 2015

Membangun Portofio Diri

Apakah portofolion diri itu? Apa pula pentingnya sehingga perlu untuk dibangun? Saya akan mencoba mengupas tentang bagaimana membangun portofolio diri.
Kemajuan internet seperti sekarang menyediakan cara yang mudah bagi banyak orang dalam mencari informasi guna menjawab kebutuhan mereka. Bagi para wanita yang senang masak dan ingin mencoba resep baru bisa membuka internet melalui telpon genggam untuk mengetahui resep-resep masakan yang diinginkan. Para pelajar dan mahasiswa dengan beragam tugasnya sudah terbiasa menjadikan internet sebagai sumber refrensi dan pembelajaran. Para event organizer atau lembaga kemahasiswaan di kampus-kampus yang terbiasa mengadakan acara seminar dan pelatihan sebelum mengkontak para pembicaranya, mereka mencari dulu profil para pembicara di internet. Perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit pula yang mengumpulkan informasi tentang kandidat calon pegawainya dengan mencari informasi tentang portofolio kandidat tersebut melalui internet. Dari website, blog, media sosial yang dimiliki perusahaan bisa mengetahui karakter, value, dan pemikiran-pemikiran para kandidat. Bahkan, urusan jodoh, ada banyak cerita pengalaman awal mula perjumpaan melalui dunia maya. Mereka saling jatuh cinta sebelum bertemu langsung. Status, twet, karya, tulisan-tulisan, dan informasi di internet menjadi perantara bagi mereka saling mengagumi, berlanjut kontak, kemudian komunikasi, dan akhirnya jalinan serius. Itulah peranan keberadaan portofolio terutama yang ditampilkan melalui dunia maya. Hal tersebut sekaligus menegaskan peran penting membuat portofolio diri.
Portofolio sendiri pada intinya merupakan informasi tentang diri seseorang (aktifitas, karya, profil dst). Cobalah buka pencarian semisal “Google” lalu ketik nama anda. Apakah muncul informasi tentang anda? Berapa banyak? Informasi bagaimana yang tampil tentang diri anda? Berikut ini hasil pencarian tentang saya.

Bukan bermaksud ingin menunjukkan diri, lagian masih kalah jauh dengan nama-nama beken lainnya. Hal terpenting adalah informatif. Pengalaman, pernah suatu kali ada orang yang ingin mengundang saya mengisi pelatihan di sekolah tetapi tidak punya kontak saya. Kemudian beliau terpikirkan untuk googling dan bertemulah dengan situ juga akun sosial media saya. Dari situ kemudian beliau add facebook dan terbangunlah komunikasi hingga akhirnya saya mengisi acara pelatihan di instansi beliau.

Bagaimana cara membangun portofolio diri? Cobalah untuk membangun sebuah blog atau website personal. Dengan memiliki blog atau website personal, seseorang bisa menuangkan gagasan-gagasannya dan mengenalkan dirinya sendiri pada publik. Bisa juga dengan menjadi kontributor tulisan di blog. Dengan menjadi kontributor akan memperbanyak namanya muncul di pencarian google. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meninggalkan komentar pada tulisan-tulisan di blog. Mengunjungi blog, membacanya, dan memberikan tanggapan atas tulisan serta meninggalkan nama di sana. Tentunya tidak asal memberi komentar tetapi isinya mesti santun dan berisi. Itulah cara mudah yang bisa dilakukan untuk membangun portofolio diri terutama dari pencarian google.
This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment